Senin, 17 Desember 2007

Yo, Ajak Anak Mengenal Pertanian


Semilir angin di antara dedaunan padi, mengiring langkah-langkah kaki yang menapaki pematang sawah. Sejauh mata memandang, hamparan sawah dengan tanaman padi yang hampir menguning, tampak begitu menentramkan.

Suasana alam pedesaan seperti itu akan mewarnai setiap kunjungan ke Gasol Pertanian Organik (GPO), “The House of Paddy”. Gasol, nama sebuah desa di Cianjur, Jawa Barat, di kaki gunung Gede yang berada di ketinggian 680 m dpl, dengan suhu udara 21oC—27oC. Masyarakat Gasol umumnya petani padi, dan daerah ini merupakan salah satu sentra produksi beras.


Lestarikan Padi Lokal

Dulu, Cianjur terkenal sebagai daerah penghasil beras yang berkualitas di Jawa Barat. Tapi sekarang ini beras-beras lokal dari Cianjur sudah mulai tergeser oleh jenis baru yang bisa memberikan nilai insentif lebih bagi petani. Hal inilah yang membuat Ika Suryanawati, pemilik GPO, tertarik untuk mengembangkan beberapa varietas padi yang banyak dilupakan petani sekitar. “Jangan sampai varietas padi unggul lokal ini punah. Saya sangat menyayangkan lantaran beberapa petani lebih tertarik mengembangkan padi jenis lain,” katanya.

Itu sebabnya Ika tergerak untuk melestarikan dan menyelamatkan varietas lokal. Di atas lahan selaus 2,5 hektar GPO mengembangkan varietas lokal Cianjur. Lahan pertanian miliknya inilah yang kemudian dijadikan sebagai tempat wisata pertanian dengan nama GPO.

Meskipun belum digarap sepenuhnya secara profesional, namun GPO sudah tampak rapi dalam menata dan menyajikan daya tarik ke setiap pengunjung yang datang. Agar lebih menarik, GPO pun telah menjalin kerjasama dengan beberapa tempat wisata lain.


Banyak Paket

Apa saja yang bisa di nikmati di Gasol? Tampaknya, tempat berhawa sejuk itu cocok sebagai tempat belajar tentang pertanian, terutama bagi anak-anak. “Beberapa orang tua memang banyak yang tertarik untuk mengajak anak-anaknya mengetahui kehidupan dan kegiatan para petani secara nyata di sini,” papar Ika.

Di GPO, pengunjung dapat merasakan bagaimana kehidupan petani. Pengunjung pun bisa mengikuti kegiatan bertani yang sesungguhnya. Seperti membajak sawah dengan kerbau, bercocok tanam padi, dan panen.

Anda juga akan diperkenalkan pada beberapa jenis padi, cara penanamannya, sampai proses pengolahan menjadi nasi yang pulen. “Melalui edukasi ini diharapkan pengunjung mengetahui bahwa kita memiliki beras-beras unggul dengan citarasa yang tak kalah dengan beras-beras dari luar negeri,” jelas Ika.

Budidaya padi yang diterapkan di GPO yakni sistem organik. Oleh sebab itu itu, pengunjung pun akan melihat pembuatan kompos bokashi.

Paket lain yang ditawarkan adalah paket teh. Anda akan dibawa berkunjung ke Pabrik Teh PTP VIII Tanawatee. Plus minum secangkir teh panas dengan beberapa kue tradisional, melihat proses pembuatan teh, dan tea walk.

Bagi pengunjung yang ingin mendapatkan tantangan seru malam hari sebaiknya memilih paket obor. Karena paket ini memiliki nuansa berbeda, pada malam hari pengunjung diajak untuk menangkap belut di sawah (ngobor belut). Kegiatan ini semakin mengesankan lantaran pemandagan alam yang indah, tentram, dan syahdu. Makan dan minum ditemani obor sambil mendengarkan bunyi kodok, jengkerik, dan beberapa binatang malam. Sebelum itu, di pagi harinya, peserta diajak jalan-jalan ke sawah, membajak sawah, main air di sungai, dan beberapa kegiatan santai seperti main bola serta enggrang.


Piring Daun Pisang

Usai berkeliling di sawah, Anda singgah di pondok untuk menikmati pulennya nasi dari beras organik. Anda bisa menyantap hidangan bersama-sama. Sebab, makanan di sajikan pada selembar daun pisang yang diletakkan di atas tikar. Hidangan tersaji untuk enam orang.

Nasi yang disajikan berasal dari beras merah lokal beraroma wangi. Aroma nasi hangat akan semakin menggoda saat lauk khas desa tersaji menemani santap siang setelah seharian keliling ke sawah. Sepiring oseng ikan peda cabe ijo, ikan mas duri lunak, oseng teri, ayam goreng bumbu kuning, sayur asem, tahu dan tempe goreng, serta lalapan lengkap dengan sambal terasi. Selain nasi merah, disediakan pula nasi liwet yang tak kalah pulen dan wangi. Suasana santap siang itu semakin menentramkan hati, lantaran diiringi lantunan tembang Sunda dari seorang pesinden dengan iringan musik tradisional.

Ayo kita ke Gasol!

Tri Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya

Kamis, 06 Desember 2007

All About Strawberry


Terletak di pinggiran kota Bandung tepatnya di Jalan Cihanjuang Cimahi, rumah yang menempati areal seluas 8000 m2 telah banyak menyedot pengunjung dari seputaran Bandung maupun dari luar kota Bandung. Pasalnya di jalan tersebut terdapat sebuah wisata serba strawberry atau All About Strawberry.

All About Strawberry ini merupakan wisata yang memiliki keunikan tersendiri karena memadukan konsep bermain di alam terbuka, berbelanja, makan, jajan hingga sekedar rendevouz. Konsep ini merupakan cita-cita untuk hari tua dan mengenang mas kecil sewaktu berada di tengah kebun strawberry bagi pemiliknya. Di lokasi All About Strawberry pengunjung diajak untuk tidak merasa jemu berjalan-jalan mengitari seluruh pelosok lokasi.

Lokasi ini merupakan lahan pribadi milik Perry Tristianto yang dibangun untuk sebuah tempat wisata keluarga. Untuk membuat lokasi ini Perry Tristianto harus merogoh kantongnya sekitar 1,2 milyar. Dana ini tidak termasuk biaya untuk membangun dan pembahuruan yang menjadi jalur utama menuju ke tempat ini.

Keberadaan wisata kebun all about strwberry juga berdampak bagi masyarakat sekitarnya karena pengelola juga melibatkan mereka dengan menyediakan lahan khusus untuk petani ikut bertanam strawberry. Selain itu mereka juga dipersilahkan menjual strawberry hasil panen ke pengunjung.

Bahkan untuk berkunjung ke lokasi ini tidak dipungut biaya sepeser pun, namun sayang bila pengunjung tidak mencicipi salah satu panganan atau minuman atau membeli oleh-oleh ala all about strawberry.

Memulai mengitari All About Strawberry

Begitu memasuki gerbang wisata strawberry jangan bingung bila langsung disuguhi berbagai tempat yang betul-betul mengasyikan untuk berkumpul, belanja dan makan. Yang jelas suasana di lokasi ini sangat ramah dan mengasyikan dengan udara yang sejuk.

Sebaiknyalah memulai dari melihat kebun strawberry yang ada di green house (rumah kaca) meski sebenarnya terbuat dari plastik atau yang di luar greenhouse. Melihat strawberry tumbuh dan berkembang dalam polibag di alam terbuka akan mengingatkan orang pada kondisi alam Indonesia yang subur. Strawberry sendiri menjadi pilihan di lokasi ini karena buah ini sangat mudah ditanam di Indonesia dibandingkan dengan menanam buah seperti anggur dan lainnya.

Kebun strawbeery yang ada di green house merupakan awal perjalanan wisata, buah strawberry menjadi pilihan di lokasi ini karena buah ini sangat mudah ditanam di Indonesia dibandingkan dengan menanam buah seperti anggur dan lainnya.

Sedangkan teknik yang dilakukan dalam penanaman strawberry yang ada didalam kaca dengan menggunakan berbagai teknik diantaranya dengan cara organik yang bermedia alam. Selain itu juga bisa dengan teknik penanaman langsung di tanah dan rempah ditambah nutrisi yang biasa di sebut hidroponik. Semua itu bisa diterapkan karena lokasi wisata yang berada diketinggian 1000 m dpl ini sangat cocok untuk menanam strwberry

Setelah melihat-lihat kebun strawberry pengunjung yang membawa anaknya atau keluarganya yang lain bisa menikmati fasilitas yang ada berupa arena permainan. Arena yang dikhususkan untuk anak-anak ini sengaja didesain secara terbuka, flying fox salah satu permainan yang disukai anak-anak ini dibangun dengan ketinggian 10 meter.

Flying fox sebuah permainan untuk menguji keberanian anak-anak dalam meluncur di ketinggian 10 meter hingga ke tanah dengan menggunakan tali. Keamanan dalam permainan ini sudah dijamin karena pengawas permianan ini selalu siaga jadi tidak usah khawatir. Kegiatan alam yang bisa menaikan adrenaline tidak hanya di permaina flying fox saja tetapi juga ada jembatan goyang yang berada di kolam renang

Setelah keberanian diuji pengunjung juga bisa bermain di jembatan goyang yang berada di atas kolam. Bila pengunjung belum puas untuk menikmati segala permainan tersebut, anda bisa menikmati relief perkampungan masa kecil yang dibangun untuk mengenang masa kanak-kanak yang indah bersama orang tua.

Suguhan lain yang bisa dinikmati bagi anak-anak berupa low rope element, Dekat dengan lokasi ini terdapat rumah mungil (hobbit house atau gendalf house) terlihat mengitari tempat bermain anak-anak tersebut. Tanah lapang dengan rumput hijau menambah suasana asri, lokasi ini juga bisa digunakan menjadi arena camping bagi anak-anak. Susana asri dan luas ini juga membuat anak-anak betah bermain berlama-lama di alam terbuka all about strawberry.

Bukan all about strawberry kalau tidak berbeda dengan lokasi wisata lain, karena di lokasi ini suasana berbelanja dan rekreasi terasa benar. Deeretan toko untuk belnaja ini dinamai “Butik Rekreatif Koe”. Ragam barang bernuansa strawberry banyak dijual di sini. Sambil berbelanja lokasi yang berdekatan dengan kolam ikan koi ini memberikan nuansa yang sangat lain, karena bisa melpas lelah sambil memandangi ikan koi di kolam maka segala penat saat berekreasi hilang seketika.

Saat kita berjalan terus memasuki kolam renang, kita menemukan rumah koboi sebagai kafe bernuansa Eropa, “bla-bla koe” adalah tema tempat ini karena selain untuk bersantai juga sebagai tempat redevouz. Setiap akhir minggu sering diadakan pergelaran musik di kafe ini.

Menikmati keteduhan alam di all about strawberry sambil meminum minuman hangat atau dingin sangatlah mengesankan. Bahkan bagi yang lapar setelah berjalan-jalan, tak jadi masalah sebab, di lokasi ini juga menyediakan beragam panganan dan minuman dengan aroma strawberry di tempat yang luas dan hampir setengah lahan ini adalah tempat untuk makan-makan. Teduhnya suasana dengan pepohonan yang rindang , akan membuat anda semakin nyaman dan kerasan.

Menuju All About Strawberry

Untuk mencapai kawasan yang sejuk dan membikin siapa saja akan betah berlama-lama di lokasi All about strawberry sangat mudah dan bisa ditempuh dengan berbagai alternatif. Bagi yang tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi ini bisa dengan menggunakan angguktan umum. Angkutan umum yang menuju ke lokasi ini sangat banyak dan langsung bisa turun di depan kebun all about strawberry. Ada beberapa jalan untuk menuju All about strawberry yang berada di kilometer 2,5 Jalan Cihanjuang, Cimahi, Bandung.

Dari Jakarta dapat langsung masuk ke Padalarang dan masuk ke arah Cimahi, di perempatan Cihanjuang Cimahi belok ke arah kiri. Tidak sulit untuk menemukannya tempat yang beralamat di Jl. Cihanjuang Km 2,5 No 17 Cimahi Bandung, Jawa Barat ini.

Bagi yang menggunakan angkutan umum bisa ditempuh dari sebelum pintu masuk dan keluar tol Padalarang, anda bisa naik angkutan umum menuju Cimahi dan turun di perempatan Cimahi. Dari perempatan Cimahi naik angkutan yang menuju ke Parongpong dan turun di kilometer 2,5 jalan Cihanjuang. Di pintu masuk terdapat patung buah strawberry yang besar, dan mintalah pada supir diturunkan di kebun all about strawberry.

Bagi pengunjung dari Lembang bisa melalui jalan utama Lembang-Cimahi dan bagi pengunjung yang ingin datang dengan menggunakan angkutan umum dari Lembang bisa menggunakan angkutan umum yang Lembang-Parongpong-Cimahi yang melewati jalan Cihanjuang.

T. Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya

Selasa, 04 Desember 2007

Indahnya Anggrek di Taman Nasional Gunung Halimun


Pusat Penelitian Cikaniki, yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH), Jabar, adalah tempat yang tepat untuk menikmati keindahan alam hutan tropis. Untuk menyaksikan keindahan beragam flora dan fauna di TNGH, Anda mesti melewati canopy trail atau jembatan tajuk. Jembatan itu berada 25 m—30 m di atas permukaan tanah, menghubungkan lima pohon yang terbentang sepanjang 100 m
Jembatan yang dibangun oleh Japan International Coorporation Agency (JICA) pada 1999 itu, awalnya hanya untuk penelitian ilmiah serangga, burung, dan primata. ”Kini jembatan ini menjadi salah satu tempat rekreasi, karena banyak pengunjung yang berminat naik dan mengamati keindahan panorama di atas,” ungkap Mang Unen, salah seorang pemandu di sana. Jembatan berkerangka besi, berlantai plat anti karat, dan berpagar tali ini ditautkan pada pilar hidup berupa lima pohon rasamala. Di sepanjang jembatan itu, Anda dapat menyaksikan keindahan beragam serangga, aneka buah, dan anggrek yang tumbuh epifit atau menempel pada tanaman induknya. Bahkan jika beruntung pengunjung bisa bertemu dengan Owa Jawa (Javan Gibbon), primata yang banyak terdapat di kawasan tersebut.
Pemandu Pintar Bila Anda tertarik untuk menyusuri hutan hujan tropis TNGH, Anda tak perlu khawatir kesasar Sebab, setiap pengunjung akan selalu dipandu. Pengunjung biasanya dipandu dalam kelompok kecil, 5—10 orang.
Para pemandu yang merupakan warga setempat ini sudah dibekali ilmu pengetahuan lumayan luas tentang tanaman dan hewan yang ada di seputar TNGH. “Kami pernah mendapat pelatihan sebagai pemandu, sehingga kami harus bisa menjelaskan apa yang ada di seputar taman nasional ini,” papar Mang Unen. Dengan adanya pemandu, para pengunjung bisa merasa nyaman dan aman. Juga untuk menghindari pengunjung membuat jalur perlintasan sendiri, dan mengamankan flora serta fauna yang ada.
Unen maupun pemandu lainnya akan menjelaskan pada pengunjung mengenai segala hal। Bahkan tanpa diminta pun Unen akan bercerita dengan senang hati berbagai biota yang luput dari pengamatan pengunjung।
Seperti kawasan hutan hujan tropis lainnya, Cikaniki hampir setiap hari diguyur hujan, khususnya pada Oktober—April। Pada bulan-bulan tersebut, panorama hutan semakin cantik oleh curahan air hujan yang membasahi seluruh tumbuhan। Menyentuh dan menatap pepohonan di puncaknya bisa memberikan kepuasan tersendiri pada para pengunjung karena kesempatan seperti ini masih sangat langka.
Laboratorium Alam Selain bisa menyusuri hutan di atas pohon melalui jembatan tajuk, di daratan juga tersedia jalan setapak (loop trail) sepanjang 2 km। Sepanajang jalan ini disebut-sebut sebagai laboraturium hidup hutan hujan tropis। Disebut demikian karena jalan setapak yang menghubungkan desa Cikaniki dengan Citalahab ini banyak dipenuhi berbagai tumbuhan dan satwa khas hutan hujan tropis di dataran tinggi (500–2।000 m di atas permukaan laut).
Berbagai tumbuhan yang ada memiliki ketinggian bervariasi, mulai dari perdu hingga pohon rasamala setinggi 25 m. Selain itu bagi pecinta anggrek, hutan ini merupakan surga. Sebab beraneka anggrek tumbuh subur menutupi bagian dasar hutan.

Menurut hasil penelitian LIPI, di TNGH terdapat sekitar 280 jenis anggrek. Satu jenis anggrek yang paling ditunggu pecinta anggrek saat mekar adalah, anggrek tricolor. Ada juga jenis lain seperti Bulbophillum maupun Dendrobium. Di dasar hutan juga tampak jamur yang dapat mengeluarkan sinar, kantung semar, dan rumah semut.
Perjalanan menyusuri jalan setapak dari pusat penelitian Cikaniki akan melewati sejumlah anak sungai yang airnya jernih, melintasi bebatuan yang menimbulkan bunyi gemercik. Anak sungai itu mengalir menuju sungai yang lebih besar dan bergabung dengan Sungai Cisadane.

Kicau burung yang bersahut-sahutan juga merupakan daya tarik tersendiri bagi peminat yang ingin mengamati aneka burung. Sebab, di TNGH terdapat 244 jenis burung termasuk Elang Jawa yang kini langka. Jalan setapak tersebut akan berakhir di mulut Desa Citalahab.
Penduduk Desa Citalahab menyediakan kamar di rumahnya untuk disewakan bagi wisatawan. Anda cukup mengeluarkan kocek Rp250 ribu/kamar/malam untuk 3—4 orang. Sedangkan jasa pemandu Rp75.000/kelompok.
Untuk ke stasiun penelitian di Cikaniki, bisa ditempuh melalui Kecamatan Kabandungan, Sukabumi dengan kendaraan bermotor. Dari Jakarta menempuh waktu sekitar 2,5—3 jam. Jalan ke Kabandungan cukup baik dan tersedia kendaraan angkutan umum. Tapi saat memasuki kawasan taman nasional, jalan hanya berupa jalan berbatu sepanjang 28 km. Sebelum masuk kawasan, setiap pengunjung mesti membayar tiket Rp4.500. Tri Mardi Rasa
»»  Coba Terusin bacanya

Rabu, 31 Oktober 2007

Tanah Tingal, Dekatkan Anak Dengan Alam dan Sang Pencipta


Saat ini untuk mengisi liburan anak-anak dengan kegiatan bermutu tidaklah sulit. Banyak tawaran paket liburan yang bisa dimanfaatkan dan sangat bermanfaat. Mulai kegiatan dialam bebas, belajar bertani, berkebun, memetik buah dan lain sebagainya hingga melatih dan mengasah kepekaan terhadap lingkungan.

Tanah Tingal yang berlokasi di Desa Baru, Jombang, Ciputat, Tangerang, Banten ini bisa jadi pilihan berlibur. Sambil memperkenalkan alam pada anak-anak, mereka juga bisa belajar untuk kreatif dan bersosialisasi dengan alam sekitar lingkungannya.

Lokasi Tanah Tingal memang dibuat sebagai tempat wisata sekaligus sebagai ajang petualangan anak-anak. “Ini sesuai pesan ayah saya (alam. Boediardjo) yang ingin anak-anak dekat dengan lingkuangan dan penciptanya,” kata pengelola dan pemilik Tanah Tingal, Ennie Boediardjo Satoto. Pesan ini muncul dari keprihatinan Almarhum Boediardjo pada perkembangan anak-anak modern, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan.

“Kekurang mampuan anak-anak bersosialiasi dengan kehidupan sekitar, aktivitas bermainnya yang bergeser ke hal-hal instant dan cenderung tertutup. Kesenangan didapat tanpa ada hubungan antarmanusia. Sehigga anak tumbuh jadi egois dan tak peduli lingkungan sekitar,” cerita Enni yang juga anak kedua Alamarhum Boediardjo.

Berpetualang Di Hutan Kota

Daya tarik Rumah Tingal dari galeri foto hingga berkubang dengan lumpur. Suasana hutan, rumah dengan etnik Jawa, kebun anggrek, danau untuk bermain kano, kawasan berair yang mirip rawa, kebun sayur, dan sebidang sawah bisa dilihat di sini.

Untuk memasuki areal seluas 10 hektar ini, dibuat selayaknya jalan di desa yang berbatu atau kerikil. Jalan ini juga menjadi trek bagi pengunjung untuk bersepeda dan jogging. Pepohonan tinggi, rindang, dan kicauan burung akan menyapa setiap tamu yang datang.

“Pada waktu tertentu, pengunjung bisa mengikuti kegiatan khas di tanah tingal, seperti memanen sawah bersama, berkebun anggrek,” kata Agung Priyambodo. Ia menambahkan pengelola mengajak semua pengunjung untuk mengetahui proses penanaman padi sampai jadi nasi. Sehingga mereka tahu asal nasi yang dimakan selama ini.

Oleh sebab tepat bila Tanah Tingal menjadi pilihan berlibur bagi keluarga. yang menyenangkan, mengasyikan dan bisa memberikan pendidikan bagi anak-anak. Permainan dan kegiatan yang menarik antara lain, olahraga petualangan bagi anak-anak hingga orang dewasa. flying fox, bermain kayak (canoing), panjat dinding, meniti jembatan tali dan pamper pole menjadi kesempatan uji nyali dan rasa percaya dirinya anak-anak. Ketakutan anak-anak juga membuat gemas penonton (orang tua atau teman-temannya), teriakan-teriakan itu tak lain untuk menyakinkan anak-anak untuk berani.

Pamper pole, sebuah permainan yang mengajak anak-anak untuk meloncat dari papan ketinggian sambil meninju bola yang tergantung sekitar satu meter di depan. Walau sudah memakai alat pengaman, beberapa peserta tak ada yang berani langsung melakukannya. Untuk berdiri diatas papan kaki sudah gemetar apalagi berdiri dan meloncat.

Selain itu anak-anak diajak berpetualang dengan, meluncur (flying fox), bermain kayak di danau, menyeberang pohon di seutas tali, bermain di rumah pohon, dan kegiatan di kolam renang. Semua kegiatan ini sudah memenuhi standar keamanan internasional dan terjamin serta bisa diikuti segala usia. "Biasanya kegiatan ini dimanfaatkan untuk mendidik anak agar bisa berinteraksi dengan lingkungan sosial, mandiri, dan percaya diri,” kata Agung Priyambodo.

Kegiatan tidak hanya dengan alam hutan dan petualangannya, ada pula petualangan yang tidak kalah menariknya yaitu memanen padi dan memetik buah. “Liburan kali ini tidak ada aacara panen karena buah belum ada yang bisa dipetik dan padi lagi belum saatnya untuk di panen,” tambahnya. Pengelola juga bekerja sama dengan masyarakat sekitar lokasi wisata Tanah Tingal untuk perawatan lahan sawah.

Setelah berpetualang dan uji mental anak-anak bisa beristirahat sambil berjalan-jalan di sekeliling lokasi wisata atau melihat-lihat kebun anggrek. Di sini pengunjung bisa banyak belajar cara melakukan stek tanaman, mencangkok dan mengokulasi. “Mereka yang datang akan mendapatkan pelajaran menanam anggrek, merawat, dan membuat media untuk tanaman anggrek,” kata manajer kebun anggrek Ir. Harri Agus.

Agus menambahkan, merawat anggrek jenis dendradium ini sangat mudah, hanya butuh kesabaran, tanaman ini bisa menghasilkan banyak bunga dan bisa dikomersialkan, bahkan bila tidak laku pun bisa dikembang biakan sendiri. “Caranya sederhana, ambil batang yang bertunas yang sudah berakar dan kemudian tempatkan di media arang, siram 2 kali sehari, tanaman akan tumbuh,” tambahnya.

Selain itu juga Farming (bercocok tanaman pangan) seperti padi, jagung, singkong, dan sayur mayur bisa diikuti oleh anak-anak. Kegiatan lain yang juga bisa menantang anak-anak berkretifitas adalah belajar membuat dan melukis keramik.

Pengamatan Burung

Mengintip kegiatan burung merupakan kegiatan yang mengasyikan, beragam jenis burung dapat dijumpai di sini. Namun untuk bisa menyaksikan kegiatan burung waktu yang tepat adalah pagi hari dan cuaca terang atau cerah. Sebab pada pagi hari burung mulai melakukan aktivitasnya untuk menyapa alam sembari mencari makan. Kicauan burung ini menjadi pertunjukkan menarik bagi pengunjung.

Ada sekitar 30 jenis burung yang bisa diamati di Tanah Tingal dinataranya wiwik uncuing (Cacomantis sepulcralis), elang bondol (Haliastur indus), burung cabai jawa (Dicaeum trochileum), perkutut jawa (Geopelia striata), betet kelabu (Lanius schach), dan pipit benggala (Amandava amandava), tekukur (Streptopelia chinensis), merbah cerucuk (Pycnonotus goiavier), layang-layang api (Hirundo rustica). “Jumlah dan jenis burung ini berdasarkan pengamatan teman-teman BirdLife Indonesia yang pernah melakukan pendataan,“ kata Agung Priyambodo.

Lokasi yang bisa digunakan untuk mengamati burung ini bisa dimulai dari pintu gerbang hingga di bagian belakang Tanah Tingal. Untuk bisa menyaksikan beberapa kegiatan burung di alam terbuka tersebut, pengelola menjadikan sebagai kegiatan bird watching (pengamatan burung). “Kami membatasi untuk kegiatan ini hanya bisa dilakukan pada jam 05.30 – 07.00, waktu ini tepat karena burung baru keluar dari sarang untuk mencari makan,” tambah Agung Priyambodo.

Untuk bisa ikutan dalam pengamatan burung peserta yang datang berombongan minimal pesertanya 20 orang. “Minat tamu bagus, mereka rata-rata dari seputar Jabotabek, pas liburan seperti ini kebanyakan pengunjung yang datang adalah anak-anak sekolah,” jelas Agung Priyambodo.

T. Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya

Senin, 29 Oktober 2007

Strawberryville, Wisata di Kebun Stroberi Modern



Menikmati udara pegunungan sambil mencicipi buah stroberi yang berrasa asam campur manis tentu sangat menyegarkan. Apalagi jika kita bisa bebas memetik sendiri stroberi yang diinginkan tersebut. Strawberryville memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memetik buah stroberi sendiri.

Ratusan tanaman stroberi tumbuh subur dengan buahnya yang berwarna merah mengantung dalam rak-rak tanaman dalam 3 buah green house dengan nama Joliette’s House, Chambly’s House dan Charlie’s House mengundang untuk segera dipetik. “Memang saat musim panen tiba, buah stroberi dapat dipetik hampir setiap hari dari tangkainya,” kata Winda Agustina Customer Relation Strawberryville.

Tapi untuk memetik buah ini tidak bisa sembarangan karena ada aturannya. Menurut Winda cara memetik buah stroberi yang benar adalah dengan menggunakan gunting. “Ini agar tidak merusak tangkai buah yang ada disebelahnya,” tambahnya. Selain itu memetik strawberry pun ada waktunya yaitu antara jam delapan pagi hingga jam empat sore.

Beda Cara Penanamannya

Kalau para penyuka wisata agro yang sering mengunjungi tempat-tempat wisata yang memberikan sajian petik stroberi, maka SV bisa menjadi tempat perbandingan yang bagus. Jika di tempat lain tanaman strawberry di tanam di wadah plastik atau karung-karung, maka di Strawberryville hal itu tidak akan ada.

Tanaman strawberry yang ada di SV di tanam dalam rak-rak plastik (talang air) yang di susun seperti rak. Dengan sistem ini akan memudahkan pengunjung memetik stroberi dan juga memudahkan bagi pengelola untuk perawatannya.

Di Strawberryville, tanaman stroberi didatangkan langsung dari California yang menjadi tempat penghasil stroberi terbesar di dunia. Kalau sudah begitu, jangan tanya tentang kualitas dan rasa stroberinya, yang pasti adalah benar-benar yang terbaik. Stroberi ini memiliki ciri khas ukuran buahnya yang cukup besar. Saat digigit, rasanya lebih manis dengan sedikit rasa asam segar.

Serunya petik sendiri

Di 3 green house yang dimiliki SV terdapat tidak kurang dari 30 ribu tanaman stroberi yang menanti pengunjung untuk bisa berbagai pengalaman menjadi seorang pemetik buah stroberi yang sesungguhnya. Nuansa pedesaan dengan pemadangan alamnya yang indah semain terasa meyegarkan.

Agar pengunjugn tidak sembarangan dalam memetik buah yang ada di greenhouse, pihak pengelola menyediakan pemandu bagi pemetik-pemetik buah ini. Jadwal pemetikannya pun berbeda-beda di 3 green house tersebut. “Hal ini kami lakukan Agar pengunjung yang datang bisa merasakan menjadi pemetik stroberi,” kata Winda.

Namun bagi yang tidak ingin bersusah payah memetik stroberi pun bisa menikmati segarnya stroberi dengan membeli di tempat penimbangan (weighting station). Selain mendapatkan pengalaman dan bagaimana cara memetik, pengunjung pun bisa mendapatkan pengetahuan tentang manfaat stroberi bagi kesehatan tubuh, dan berbagai pengetahuan tentang stroberi yang bagus.

Beda dengan tempat lainnya, yang tidak memperbolehkan pengunjung memetik stroberi lebih dari 2-5 buah, justru di SV pengunjung bebas memetik sebanyak yang diinginkannya. “Mereka bisa memetik dari ½ kg hingga tak terbatas. Untuk itu harga dipatok Rp. 50.000,- per kilonya. Stroberi yang di petik tersebut,” tambah Winda.

Tentunya bagi yang ingin mendapatkan pengalaman memetik buah ini sebaiknya juga menyesuaikan isi kantong. Tiap pengunjung biasanya berusaha memilih buah stroberi yang terbaik. Buah yang berwarna merah dan berukuran besar menjadi incarannya.

Di SV juga memiliki kebun untuk tanaman organik, beberapa jenis sayuran yang ditanam antara lain capri manis, paprika, brokoli, kailan, kangkung dan lain sebaginya.

Untuk masuk ke SV pengunjung harus membayar tiket masuk Rp 10.000,- harga ini sudah termasuk 1 cup jus stroberi. Selain bisa memetik stroberidi S juga memiliki fasilitas bermain seperti playground kids, Light outbound dan terjun luncur atau yang dikenal dengan flying fox. Di arena bermain anak-anak bisa bermain sepuas-puasnya tanpa harus membayar lagi, kecuali untuk flying fox per orang dikenakan biaya tambahan Rp 20.000,-.

Strawberryvile yang berlokasi tepat di Villa Puncak Resort Boulevard ini cukup baik untuk mengasah kreatifitas dan menambah pengetahuan anak-anak. Namun sebaiknya jangan datang di hari biasa, karena SV hanya buka pada Sabtu dan Minggu. Keculai yang memang sudah melakukan reservasi dengan pihak pengelola.

Jalur menuju Strawberryvile mudah dijangkau baik dengan mobil pribadi maupun angkutan umum. Bagi pengguna angkutan umum bisa menggunakan angkutan kota dari Pasar Cipanas menuju Loji turun di Villa Puncak Resort. Sedangkan bagi pengguna mobil pribadi, setelah jembatan Han Jawar arahkan mobil menuju ke Villa Puncak Resort Kabupaten Cianjur. Jawa Barat.

Tri Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya

Rabu, 24 Oktober 2007

Agrowisata Kebun Teh Pagilaran Keindahan Alam Yang Memukau


Di samping harus tetap mempertahankan produk utamanya sebagai sentra penghasil teh terbesar di Jawa Tengah, PT Pagilaran membuka kebun yang terletak di Desa Keteleng, Kecamatan Blado, Batang sebagai areal agrowisata.

Agrowisata Kebun Teh Pagilaran (AKTP) masih menjadi andalan Jateng dalam menarik wisatawan mancanegara dan nusantara. “Dalam setahun terakhir ini, jumlah kunjungan wisatawan hampir mencapai 50.000 orang,” kata Kepala Bagian Pariwisata Agrowisata Pagilaran Ir. Supriyono.

Dalam sejarahnya, kebun ini didirikan pada tahun 1880 oleh sebuah maskapai milik Belanda. Pada 1922, perkebunan ini dibeli Pemerintah Inggris, dan digabung dengan PT Pemanukan and Tjiasem Land's hingga hak guna usaha-nya habis pada 1964. Pemerintah Indonesia kemudian mengambil-alih menyerahkan pengelolaan perkebunan tersebut kepada Fakultas Pertanian UGM, dengan tujuan peningkatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus dijadikan sebagai perusahaan dengan nama PN Pagilaran dan berubah menjadi Peseroan Terbatas.

“Yang menarik dari Agrowisata Kebun Teh Pagilaran adalah sajian atraksi alam yang memukau dilokasi dengan ketinggian antara 1000 - 1700 meter di atas permukaan laut,” tambah Supriyono. Selain itu pengunjung yang datang bisa mengetahui dan menikmati prosesing teh dari cara menanam hingga siap disajikan di meja.

Tempat Menentramkan Bathin

AKTP secara tidak sengaja dirancang menjadi agrowisata ini memiliki beberapa keunggulan yang diminati wisatawan manca negara dan nusantara. Pemandangan alam di sekitarnya memang eksotik dengan hamparan kebun teh yang mempesona di sebelah utara Pegunungan Dieng.

Dengan suhu 15-18 derajat Celcius pada malam hari, dan 21-25 derajat Celcius pada siang hari. Wajar jika lingkungan menjadi sehat, alami, segar, serta jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan bermotor. Setiap pengunjung akan merasakan hawa sejuk yang menenteramkan batin dan pikiran.

Pabrik teh yang ada di lokasi kebun juga merupakan daya tarik sendiri karena pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan teh, mulai dari pemetikan, pengolahan sampai pengepakan di pabrik. “Obyek wisata ini bisa menjadi ajang pembelajaran bagi siapa saja yang ingin melihat dari dekat proses industri teh, mulai dari hulu hingga hilir,” kata Ir. Supriyono.

Di AKTP berbagai fasilitas juga bisa didapat pengunjung, mulai penginapan yang mampu menampung 130 orang 8 lokasi penginapan, sarana olah raga, arena berkemah, arena bermain anak-anak, gardu pandang, dan dapur masak. Untuk mengantar pengunjung mengelilingi kebun, pihak pengelola juga menyediakan sarana transportasi dan pemandu lokal.

Tak Hanya Jalan-Jalan di Kebun Teh

Selain wisata jalan-jalan di kebun teh pengunjung bisa juga mengikuti berbagai paket wisata yang ditawarkan pengelola seperti wisata pendidikan, wisata ke pabrik melihat procesing tea, hiking, treking, dan lain sebagainnya. Bahkan, pengelola juga menyediakan arena wisata minat khusus berupa kunjungan ilmiah mengenai tanaman teh.

Selain itu ada beberapa objek pendukung seperti Curung Binorong dan Curung Kembar, hamparan cengkeh di sepanjang lereng pegunungan, objek peninggalan sejarah seperti rumah peninggalan Belanda, kopel, kereta gantung, dan bak air Sijegang.

AKTP dapat ditempuh dengan kendaraan umum dari Batang, dengan rute Bandar - Blado - Pagilaran. Sedangkan untuk kendaraan pribadi dan kendaraan khusus (misalnya rombongan wisata), objek ini bisa ditempuh melalui beberapa rute.

Apabila kendaraan berangkat dari Yogyakarta, maka bisa melalui Temanggung yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 3,5 jam. Sedangkan kendaraan dari Semarang bisa melewati Sukorejo, Kendal, yang mana hanya memerlukan waktu sekitar 2,5 jam. Sedangkan kendaraan dari arah Solo memerlukan waktu sekitar 4,5 jam.

Mentari Terbit dan Tenggelam di Kayu Landak

Sebagaian kecil kebesaran Illahi di AKTP bisa dinikmati dari mulai matahari terbit hingga matahari terbenam. Untuk melihat suasana indah saat matahari terbit bagi pengunjung yang menginap harus bersedia bangun pagi (04.00), karena untuk bisa menyaksikannya tempat paling cocok adalah di puncak tertinggi di lokasi Kayu Landak.

Untuk menuju Kayu Landak dibutuhkan waktu antara 30 menit hingga 90 menit. 30 menit bagi yang berkendaraan dan 1 jam 30 menit untuk yang berjalan kaki. Untuk rute perjalanan menuju Kayu Landak bisa melintasi jalan utama yang digunakan bagi kendaraan pabrik untuk mengankut teh setelah dipetik atau melalui jalan setapak yang biasa dilalui pemetik teh.

Khususnya untuk mobil tidak bisa melintasi jalan pemetik teh karena terlalu sempit. Jalanan menuju ke kebun teh hanya untuk satu mobil jadi kalau ingin mengendarai mobil ke puncak tersebut, jika bertemu dengan mobil pabrik jenis truck harus rela mengalah dan mundur cari tempat yang lebih luas untuk memberikan kesempatan mobil pabrik melintas.

Melintasi jalan bebatuan dengan berkendaraan maka kelokan tajam, tanjakan dan turunan yang terjal akan dijumpai dan bagi pemilik jiwa petualang lokasi ini sangat sesuai sebagai tempat latihan. Namun bagi yang hanya sekedar refreshing pengalaman baru ini tidak akan terlupakan.

Untuk menuju Kayu Landak dengan berbagai kondisi jalan maka jenis kendaraan offroad sangat dianjurkan seperti ATV, motor trail, sepeda gunung (sangat cocok untuk melintasi jalan-jalan di kebun teh atau melalui jalan pemetik teh) dan mobil offroad kecil.

Segala capek penat setelah berkendaraan dan berjalan menuju puncak Kayu Landak akan terbayar dengan keindahan yang memukau saat mentari menyapa bumi di puncak tertinggi Provinsi Jateng ini. Saat itu pula burung pentet, kutilang dan berbagai serangga saling bersahutan menyambut datangnya sang pagi.

Bagi pengunjung yang tidak menginap di lokasi ini atau yang datang siang hari, setelah melakukan tiwok, janganlah terburu untuk pulang. Atraksi alam lain dari Sang Khalik pun bisa disaksikan di tempat yang sama. Kalau di pagi hari tidak bisa menyaksikan matahari terbit, di puncak ini pula di sore hari mentari yang turun keperaduan bisa disaksikan. Lengkap sudah perjalanan wisata di AKTP, cobalah untuk datang dan menikmatinya.

T. Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya

Melihat Pembuatan Keju Di Bukit Baros



Siapa sih yang tidak mengenal keju produk turunan susu yang kini semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat, baik untuk campuran roti, kue, minuman dan lain sebagianya. Selama ini yang kita tahu adalah hanya makan keju dan keju berasal dari negeri barat. Kini tak perlu lagi jauh-jauh pergi ke negeri Belanda untuk melihat proses pembuatan keju karena Di Indonesia juga ada sebuah pabrik keju yang bisa dikunjungi, bahkan bisa dilihat bagaimana proses pembuatannya.

Pabrik keju Natura ala Gouda yang di kelola oleh Bukit Baros Cempaka (BBC) yang terletak di desa Sasagaran, Baros, Sukabumi ini menawarkan pengalaman unik dan indah bagi pengunjung. Jam 11.00 Agrina tiba di Bukit Baros, langsung disambut oleh beberapa staff pengelola CV Bukit Baros Cempaka (BBC) dengan ramah, mereka pun langsung mempersilahkan untuk duduk di Saung Kutilang dan mempersilahkan untuk mencicipi welcome drink ala Bukit Baros, es kelapa muda. Di sebelah kanan tertata nasi timbel, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng dan lalapan untuk makan siang.

Di sebelah lain nampak wajah-wajah ceria anak-anak dan orang tuanya turun dari bis menuju saung kutilang. Mereka rombongan kelompok bermain dari Jakarta yang ingin mengikuti program one day trip (ODT) ala BBC untuk melihat dari dekat proses pembuatan keju di Pabrik Keju Natura ala Gouda yang dikelola BBC.

Tiga hingga tiga setengah jam perjalanan dari Jakarta cukup membuat penat tapi setelah melewati hamparan pohon sawit dan pinus, serta gemercik sungai Cimandiri yang berada di bawah jalan menuju Saung Kutilang rasa itu pun hilang. Bahkan dahaga yang mengelayut di kerongkongan terobati dengan segelas minuman selamat datang berupa kelapa muda. Segarnya kelapa muda apalagi bila di tambahkan dengan es batu.

Kelapa muda ini bukan sembarang kelapa muda karena selain kelapa ini dipetik dari hasil panen sendiri juga rasa manis air kelapa bukan dari gula. “Orang menyebutnya sebagai kelapa madu, manisnya seperti madu inilah yang membuat beda dengan kelapa muda yang ada di tempat lain,” kata Indrawati Lasmana Marketing Manager Bukit Baros Cempaka.

Sebelum melakukan wisata keliling dan makan siang, peserta diajak untuk mengetahui cara pembuatan keju yang disampaikan secara lisan dan gambar. Tepat jam 13.00 dimulai dari saung kutilang peserta beranjak berjalan menuju ke Pabrik Keju melalui hutan pinus yang rindang dan menyegarkan, jalan berbatu menanjak hutan pinus yang hanya berjarak sekitar 500 meter. Bagi yang menyukai olahraga Hiking, mungkin jalan ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan jalur-jalur hiking yang sebenarnya.

Sesampainya di Pabrik Keju, peserta yang terdiri dari anak-anak kelompok bermain ini hanya diperkenankan melihat dari atas dan tidak boleh masuk ke area pabrik. “Larangan ini dilakukan agar higienisnya pengolahan keju tetap terjaga, apalagi pabriknya tidak begitu besar,” kata Indrawati.

Jika Anda berkunjung ke BBC, jangan bayangkan pabrik keju yang luas atau menjulang tinggi. Pabrik Natura Ala Gauda tergolong kecil dan hanya dijalankan 11 karyawan yang berasal dari desa setempat. Di Pabrik ini, proses pasteurisasi, pencetakan sampai perendaman dalam air garam dilakukan dalam satu ruangan. Sedangkan untuk pembuatan keju naturella dan proses fermentasinya dilakukan di ruangan lain.

Di pabrik ini, peserta bisa menyaksikan proses pembuatan keju. Dari mulai, susu dipasteurisasi dalam suhu 65° C. Kemudian, diberi bahan penggumpal, diaduk rata, dan dibiarkan selama 30 menit untuk mengeluarkan air dari gumpalan. Cairan yang tak terpakai ini bisa dibuat mentega. "Rasanya mirip mentega dari negeri Belanda, lo," ujar Takiuddin salah seorang staff produksi.

Setelah berbentuk padat, gumpalan keju diiris dan dicetak. Setelah itu, keju direndam dalam air garam, tiriskan untuk proses pematangan selama 2-4 bulan. Selama proses tersebut, keju harus dicek setiap saat untuk menghindari terjadinya pembusukan.

Di sini peserta bisa mencicipi keju yang sudah jadi (Young Cheese) setelah melalui proses pengeraman selama 2 bulan. Cheese mini ini sangat disukai anak-anak, bahkan beberapa dari mereka meminta lagi, karena keju ini bisa langsung ‘Lheep’. Sebagai minuman pendamping mini cheese pihak pengelola memberikan sebuah produk turunan dari susu yang lain yaitu youghurt rasa stroberi.

Dari melihat pabrik keju, peserta di ajak menyusuri kembali jalanan di pinggiran hutan pinus menuju kandang kambing. Anak-anak diberi kesempatan untuk berinteraksi dan memberi makan hewan ternak. Perjalanan dilanjutkan ke kandang sapi, mereka diajarkan tahapan bagaimana memerah susu sapi secara tradisional dengan benar dan bersih. “Hasil susu-susu inilah yang kemudian diolah menjadi keju seperti di pabrik tadi,” jelas Pemandu Wisata Ir. Made Sumarhaeni pada peserta.

Tidak berhenti sampai dikandang sapi, mereka pun digiring menuju ke kebun teh. Di kebun teh ini peserta hanya diajarkan cara memetik teh yang benar. Karena memang di BBC tidak ada pabrik pemrosesan teh, hanya kebun teh saja.

Setibanya dari kebun teh peserta bebas melakukan kegiatan apa saja di base camp. Mereka bisa memanfaatkan berbagai permainan. Pihak pengelola juga sudah menyediakan berbagai peralatan pendukungnya. Banyak fasilitas lain yang bisa dinikmati di Bukit Baros ini antara lain, flying fox, spider web, camping, paint ball, dan wall climbing. “Secara keseluruhan acara kunjungan ke pabrik keju ini mengasyikan,” tutur salah satu orang tua peserta dari Jakarta.

Namun demikian tidak semua orang bisa langsung datang ke BBC tanpa konfirmasi dari CV Bukit Baros Cempaka di Gedung Titan, Jl Slamet Riyadi Jakarta. Pasalnya wisata ini tidak di buka setiap hari.

Buah Tangan Serba Keju

Keju telah dikenal sejak 3.000 tahun, bisa dibuat dari susu kambing, kerbau, unta, sapi, dan hewan lain. Pemanfaatannya pun beragam dari hanya sekadar isi sandwich, burger, campuran makanan olahan. Bahkan dimakan langsung pun terasa lezat dan gurih.

Oleh karena itu BBC juga menjual sebagaian hasil produksinya kepada para peserta wisata sehari keliling Bukit Baros sebagai buah tangan. Hasil produksi tersebut berupa keju, yoghurt, aneka snack dan kue-kue dari bahan dasar keju. “Kami memberikan harga diskon bagi peserta yang datang berombongan,” kata Indrawati.

Gauda yang di pakai sebagai salah satu trade mark (Natura ala Gauda) adalah sebuah kota di Belanda tempat di mana ahli keju yang melatih di Bukit Baros Cempaka tersebut berasal. Keju ini juga menggunakan susu sapi black and white yang didatangkan dari Belanda. “Sapi ini dipilih karena bisa beradaptasi di alam Indonesia,” tambah Made S.

Pabrik keju Natura ala Gouda bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi. Dari Jalan Raya Cisaat Sukabumi, belokan mobil menuju Jalan Raya Cemerlang atau ke arah Segaraanten di pertigaan pertama atau setelah pom bensin arahkan mobil ke kiri ke arah Jalan Raya Baros. Tidak jauh dari Polsek Baros atau sekitar 1 km terdapat pangakalan ojek Nanggala, dan BBC hanya sekitar 2 km dari pangkalan ojek tersebut.

T. Mardi Rasa

»»  Coba Terusin bacanya